Studi kasus Edge-to-Cloud
RoRo Alert — Studi Kasus Edge-to-Cloud
Monitoring operasional kapal yang tetap tangguh ketika koneksi internet ke cloud tidak stabil.
Dirancang dan dibangun dari awal secara mandiri oleh Riski Afendi, tanpa pengembang lain. AI digunakan sebagai alat bantu pengembangan.
01
Masalah operasional
Operasional membutuhkan status dermaga yang konsisten, pencatatan Sandar/ATA, Kendala/Pause, Berangkat/ATD, perhitungan Turnaround Time, bukti foto/GPS, serta pelaporan pusat tanpa menjadikan internet cloud sebagai satu-satunya jalur kerja.
02
Peran saya
Sebagai Software Engineer Intern, Riski Afendi merancang dan membangun RoRo Alert dari awal secara mandiri, mencakup analisis sistem, arsitektur Edge-to-Cloud, serta integrasi alur mobile, edge, dan cloud. AI digunakan sebagai alat bantu pengembangan.
03
Arsitektur edge-first dan multi-path
Tiga pilar membagi authority dan jalur kerja agar koneksi cloud bukan satu-satunya ketergantungan operasional.
- Jalur LAN utamaFlutter ke Wi-Fi/LAN, lalu PC lokal menyinkronkan perubahan ke Cloud.
- Fallback CloudFlutter memakai 4G/Cloud, lalu event dan catch-up kembali ke PC lokal.
- Loop acknowledgementWeb Admin mengirim perintah melalui Cloud; Edge mengeksekusi dan mengirim acknowledgement ke Cloud.
- Mobile Field App
- Input lapangan, foto/GPS, draft/cache, dan pemilihan rute.
- Local Edge & HMI
- Authority operasi normal, timer/TRT, buffer, dan sync queue.
- Cloud Command Center
- Auth, master data, persistensi, dashboard, realtime, dan laporan.
- Web Admin
- Perintah melalui Cloud yang wajib dikonfirmasi oleh Edge.
Tanggung jawab setiap komponen
- Mobile Field App
- Input lapangan, foto/GPS, draft/cache, dan pemilihan rute.
- Local Edge & HMI
- Authority operasi normal, timer/TRT, buffer, dan sync queue.
- Cloud Command Center
- Auth, master data, persistensi, dashboard, realtime, dan laporan.
- Web Admin
- Perintah melalui Cloud yang wajib dikonfirmasi oleh Edge.
04
Evidence publik yang disetujui
Tiga surface berikut memakai tangkapan layar asli yang telah direview dan berstatus approved-public.
Cloud Command Center
Web Admin
Dashboard pusat untuk autentikasi dan master data, persistensi, monitoring realtime, fallback, KPI/report, serta remote command.

Local Edge & HMI
Local Edge HMI
Otoritas operasi normal untuk status, timer/TRT, peringatan/audio, buffer, dan antrean sinkronisasi.

Mobile Field App
Flutter Mobile
Aplikasi lapangan untuk input operasional, foto/GPS, draft/cache, serta pemilihan jalur LAN atau fallback Cloud.

05
Keputusan engineering
UUID v4 untuk retry idempoten
UUID yang sama digunakan ulang pada retry agar operasi lintas jalur tidak terduplikasi.
PC lokal sebagai authority
Pada jalur normal, PC lokal menjadi sumber status operasi dan perhitungan TRT.
Realtime dengan reconciliation
Event realtime dilengkapi catch-up untuk memulihkan perubahan yang terlewat.
Remote command dengan acknowledgement
Cloud tidak langsung menulis state operasional. Edge mengeksekusi perintah dan mengirim acknowledgement.
Guard konflik aktif
Sistem menjaga konflik kapal atau dermaga aktif sebelum perubahan dilanjutkan.
Metadata sebelum media
Metadata disinkronkan lebih dulu agar data inti tetap konsisten ketika transfer media terganggu.
06
Outcome yang aman dipublikasikan
Outcome yang aman dipublikasikan
- Mendukung jalur LAN utama dan fallback Cloud.
- Menjaga retry idempoten dengan UUID yang sama.
- Menghasilkan Gross TRT, Net TRT, durasi kendala, KPI, laporan historis, dan export.
- Mendukung audit foto/GPS dan atribusi petugas.
- Memulihkan perubahan terlewat melalui reconciliation.
Batasan
- Offline-capable tidak berarti berjalan tanpa semua jaringan. Ketika LAN dan Cloud sama-sama tidak tersedia, operasi baru tidak dapat dikirim.
- Tidak ada klaim efisiensi, uptime, jumlah pengguna, volume operasional, atau dampak bisnis tanpa bukti.
- URL demo atau deployment publik belum tersedia.
Pembelajaran
- Workflow terdistribusi memerlukan authority yang eksplisit, identifier stabil, dan reconciliation. Realtime saja tidak cukup.
- Batas kegagalan harus dijelaskan sejujur kemampuan fallback yang dibangun.